| Hong - Komunitas Kaulinan | Oct 22, 2007 |
Komunitas Hong
Pusat Kajian Mainan Rakyat
didirikan pada tahun 2003 dan melakukan
penelitian mainan sejak tahun 1996
komunitas mainan rakyat ini bertekad melestarikan
mainan dan permainan rakyat
Komunitas ini terdiri dari 150 anggota
yang berasal dari masyarakat tingkatan usia dari
mulai usia 6 tahun sampai usia 90 tahun
kelompok anak adalah pelaku dalam permainan
sedangkan untuk anggota dewasa
adalah sebagai narasumber dan pembuat mainan
Komunitas mainan rakyat ini berusaha menggali
dan merekonstruksi mainan rakyat baik itu dari
tradisi lisan atau tulisan berupa naskah-naskah kuno
dan berusaha memperkenalkan mainan rakyat
dengan tujuan menanamkan sebuah
pola pendidikan masyarakat buhun
agar seorang anak mengenal dirinya,lingkungannya
dan tuhannya
Dengan acuan pandangan tersebut maka Komunitas
Hong sebagai Pusat Kajian mainan Rakyat mencoba
untuk:
- Melestarikan produk mainan rakyat sebagi artefak
budaya agar tidak punah dan tetap lestari
- Melakukan binaan budaya bermain anak melalui
pelatihan untuk anak-anak agar budaya bermain yang
berbasis budaya lokal tetap bertahan
- Mengembangkan produk mainan rakyat sebagai dasar
pengembangan mainan anak yang ada untuk kebutuhan
dalam dunia pendidikan
Mengacu pada tujuan-tujuan tersebut, komunitas Hong
menerapkan kegiatan-kegiatan, antara lain
- Pembuatan Kampung kolecer, tempat melatih mainan
dan permainan rakyat yang ada di Kampung Bolang,
Desa Cibuluh Kec. Tanjungsiang Kab. Subang
- Pendirian Musium Mainan Rakyat di Bandung
mengangkat dan memperkenalkan mainan rakyat
- Menyelenggarakan Festival Kolecer, yaitu festival
mainan rakyat dengan berbagai upacara adat dalam
pendidrian mainan
hong
pusat kajian mainan rakyat
pusat : Jl. Bukit Pakar Utara 35 Dago bandung Tel. 022-2515775
showroom : Jl. Merak 2 Bandung Tel.
Workshop: Kampung Kolecer, Kmp. Bolang desa Cibuluh
Kec. Tanjungsiang Kab. Subang Tel. 0260-480026
Pusat Kajian Mainan Rakyat
didirikan pada tahun 2003 dan melakukan
penelitian mainan sejak tahun 1996
komunitas mainan rakyat ini bertekad melestarikan
mainan dan permainan rakyat
Komunitas ini terdiri dari 150 anggota
yang berasal dari masyarakat tingkatan usia dari
mulai usia 6 tahun sampai usia 90 tahun
kelompok anak adalah pelaku dalam permainan
sedangkan untuk anggota dewasa
adalah sebagai narasumber dan pembuat mainan
Komunitas mainan rakyat ini berusaha menggali
dan merekonstruksi mainan rakyat baik itu dari
tradisi lisan atau tulisan berupa naskah-naskah kuno
dan berusaha memperkenalkan mainan rakyat
dengan tujuan menanamkan sebuah
pola pendidikan masyarakat buhun
agar seorang anak mengenal dirinya,lingkungannya
dan tuhannya
Dengan acuan pandangan tersebut maka Komunitas
Hong sebagai Pusat Kajian mainan Rakyat mencoba
untuk:
- Melestarikan produk mainan rakyat sebagi artefak
budaya agar tidak punah dan tetap lestari
- Melakukan binaan budaya bermain anak melalui
pelatihan untuk anak-anak agar budaya bermain yang
berbasis budaya lokal tetap bertahan
- Mengembangkan produk mainan rakyat sebagai dasar
pengembangan mainan anak yang ada untuk kebutuhan
dalam dunia pendidikan
Mengacu pada tujuan-tujuan tersebut, komunitas Hong
menerapkan kegiatan-kegiatan, antara lain
- Pembuatan Kampung kolecer, tempat melatih mainan
dan permainan rakyat yang ada di Kampung Bolang,
Desa Cibuluh Kec. Tanjungsiang Kab. Subang
- Pendirian Musium Mainan Rakyat di Bandung
mengangkat dan memperkenalkan mainan rakyat
- Menyelenggarakan Festival Kolecer, yaitu festival
mainan rakyat dengan berbagai upacara adat dalam
pendidrian mainan
hong
pusat kajian mainan rakyat
pusat : Jl. Bukit Pakar Utara 35 Dago bandung Tel. 022-2515775
showroom : Jl. Merak 2 Bandung Tel.
Workshop: Kampung Kolecer, Kmp. Bolang desa Cibuluh
Kec. Tanjungsiang Kab. Subang Tel. 0260-480026
| Photos | Feb 11, 2008 |
|
|
| Blog | Jan 29, 2008 |
RAMBU MENUJU KAMPUNG BOLANG
dari BANDUNG, menuju SUBANG nanti bertemu dengan JALAN CAGAK ambil arah ke SUMEDANG ke arah kanan / atawa lurus karena ada pembatas jalan melingkar, nanti pada hari H, atawa mulai hari kamis (31 januari 2008) sudah bisa melihat rambu/ tanda... morePrevious blog entries: | ||
| Jan 25 | - | FESTIVAL KOLECER ! |
| Jan 25 | - | Rundown Festival kolecer |
| Music | Oct 22, 2007 |
aiziz wrote on Oct 6 Salut Kang...ternyata masih ada yang mikirin mainan seperti itu...Kang punya PS nggak d rumah ? hehehe |
imanrahmat wrote on Oct 4 Assalamuallaikum kang/PakAhmad Zaini.... saya Iman, anaknya bu Ache DISBUDPAR. Saya seorang mahasiswa PTS, sekarang sedang membuat proposal dalam rangka PKM (program kraetivitas mahasiswa) nah tema yang saya angkat itu " Melestarikan Budaya Melalui kaulinan Urang Sunda"... nah kebetulan dalam menentukan alat-alat yang dibutuhkan untuk membuat satu mainan dan harganya, saya sedikit kesulitan. Apabila di perbolehkan, saya mau minta bantuannya...thks.... |
lukmanfauzi wrote on Aug 9 kang upami daftar anggota n kepengurusanna tiasa ninggal teu? upami ayapunten hoyong di kirim lwt email.kanggio referensi berita di majalah? |
lukmanfauzi wrote on Aug 9 ass kang ieu abdi lukman dr majalah pesona nusantara, hatur nuhun atas informasinya.insyaallah di ekspose di majalah pesona nusantara |
ashoff wrote on May 23 assalamu'alaykum mang zaini. ieu sayah ahmad bicons. wilujeng tepang deui ah di MP^^ |
batikmania wrote on May 11 Punten... dupi hoyong ngulem Komunitas Hong ka sakola sim kuring, kedah kumaha prosedurna? |
architect05 wrote on Apr 2 numpang nanya... jenis-jenis mainan dan tradisional indonesia apa saja? tq |
silvi86 wrote on Nov 23, '08 numpang nanya ... :) klo yang termasuk permainan tradisional itu yang kayak apa? Batasannya? ada kategorinya ndak?.. |
greygreygrey71 wrote on Oct 22, '08 kang jae...??? heheh.. kangen bolang euy..... iraha nya kaditu deui..??? |
rizalabdulhadi wrote on Oct 15, '08 ha..ha..., sampurasun dulur... eh acara di unpad teh iraha? nuhun..., |
sidkar wrote on Aug 28, '08 Hi salam kenal... Saya pernah liat aksinya kaulinanbudak di PVJ. Keren bgt! S I D K A R Thematic Kids Event & Birthday Souvenir |
pelangimizan wrote on Jul 23, '08 Assalamu'alaikum, Pami komunitas Hong, teh di Bandung na di palih mana? |





